Sabtu, 12 September 2015

[082] Al Infithaar Ayat 008

««•»»
[082] Al Infithaar Ayat 008
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/alinfithaar/al-infithaar-6-12/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=82&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#82:8

Senin, 31 Agustus 2015

[082] Al Infithaar Ayat 007

««•»»
Surah Al Infithaar 7

الَّذي خَلَقَكَ فَسَوّاكَ فَعَدَلَكَ
««•»»
alladzii khalaqaka fasawwaaka fa'adalaka
««•»»
Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,
««•»»
who created you and proportioned you, and gave you an upright nature,
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah SWT mencela manusia yang kafir kepada-Nya: "Hai manusia. Apakah yang telah memperdayakan kamu dan memberanikan kamu untuk berbuat durhaka kepada Allah yang telah menciptakanmu, padahal Dia telah melimpahkan berbagai nikmat kepadamu seperti akal yang sehat, pancaindra yang sempurna, apakah kamu tidak mensyukuri?" Allah telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu susunan tubuhmu seimbang dan harmonis.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

SIKAP MANUSIA

“Yang telah menciptakan kamu.”
Dia ciptakan daripada air mani yang keluar dari shulbi seorang laki-laki dengan air yang keluar daripada taraaib seorang perempuan, dikandung di dalam rahim ibu menurut ukuran hari-hari dan bulan-bulan tertentu: “Lalu menyempurnakan kejadian kamu.” Sejak dari segumpal air yang dinamai nuthfah, beransur menjadi segumpal darah yang dinamai ‘alaqah, lanjut menjadi segumpal daging yang dinamai mudhghah. “Lalu menjadikan kamu seimbang.” (ujung ayat 7). Bentuk tubuh manusia benar-benar djadikan Allah seimbang, sehingga dengan mengukur jejak kaki saja pun orang dapat menaksir berapa luas muka, berapa panjang tangan, berapa besar kepala dan berapa pula panjang tungkai kaki. Karena besar badan, tingginya, bidang dadanya, luas bahunya dan seluruh badan manusia adalah seimbang. Seumpama ukuran sehesta tangannya, sama persis dengan panjang kaki dari lutut sampai ke tumit. Itu jugalah yang dimaksudkan dengan menyatakan bahwa Allah menjadikan manusia dalam seindah-indah bentuk.
(QS. At-Tin [95:4)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang telah menciptakan kamu) padahal sebelumnya kamu tidak ada (lalu menyempurnakan kejadianmu) yakni Dia menjadikan kamu dalam bentuk yang sempurna, lengkap dengan anggota-anggota tubuhmu (dan menjadikan kamu seimbang) artinya Dia menjadikan bentukmu seimbang, semua anggota tubuhmu disesuaikan-Nya; tiada tangan atau kaki yang lebih panjang atau lebih pendek dari yang lainnya; dapat dibaca Fa`adalak dan Fa`addalak.
««•»»
Who created you, when you were not, then made you upright, in your created form, with sound limbs, then proportioned you (read fa-‘adalak or fa-‘addalak), making you symmetrical in shape, with well-proportioned parts, so that no hand or leg is longer than the other,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/alinfithaar/al-infithaar-6-12/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=82&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#82:7

[082] Al Infithaar Ayat 006

««•»»
Surah Al Infithaar 6

يا أَيُّهَا الإِنسانُ ما غَرَّكَ بِرَبِّكَ الكَريمِ
««•»»
yaa ayyuhaa al-insaanu maa gharraka birabbika alkariimi
««•»»
hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
««•»»
What has deceived you about your generous[1] Lord,
[1] Or ‘noble.’
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah SWT mencela manusia yang kafir kepada-Nya: "Hai manusia. Apakah yang telah memperdayakan kamu dan memberanikan kamu untuk berbuat durhaka kepada Allah yang telah menciptakanmu, padahal Dia telah melimpahkan berbagai nikmat kepadamu seperti akal yang sehat, pancaindra yang sempurna, apakah kamu tidak mensyukuri?" Allah telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu susunan tubuhmu seimbang dan harmonis.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

SIKAP MANUSIA

Tadi pada ayat kelima telah diterangkan bahwa diri manusia sendiri di saat kiamat itu akan tahu sendiri dan menilai sendiri pekerjaan yang pernah mereka kerjakan tatkala masih hidup di dunia. Ada pekerjaan yang segera dikerjakan, didahulukannya dari yang lain semata-mata karena kepentingan diri, dan ada pula yang dilalaikannya, dita’khirkannya daripada mestinya, sehingga sampai dia mati pekerjaan yang wajib dia kerjakan itu tidak pernah jua dikerjakannya, sehingga terbengkalai sampai dia mati.

Sekarang datanglah pertanyaan Allah pada ayat yang ke-6:
“Wahai manusia, apakah yang telah memperdaya kamu, terhadap Tuhan kamu yang Maha Pemurah?”

Begitu  Allah mencurahkan kurnia-Nya, belas-kasihan-Nya, kepada kamu, namun kamu lalai jua. Yang patut segera kamu kerjakan, tidak jua kamu kerjakan. Apakah gerangan yang menyebabkan kamu lalai dan lengah dari panggilan Tuhan? Siapa yang memperdayakan kamu, hingga kamu lupa? Tentu saja yang pertama sekali memperdayakan kamu dari menghadap Tuhan ialah, musuh besarmu yang bernama Syaitan Iblis itu. Dialah yang menyebabkan kamu akan menyesal untuk selama-lamanya. Tidak ada yang lain yang menghambat langkah maju, menuju Tuhan melainkan Iblis! Sehingga kamu lengah dari kemuliaan Tuhan:

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Hai manusia) yakni orang kafir (apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia) sehingga kamu berbuat durhaka kepada-Nya?
««•»»
O, disbelieving, man! What has deceived you with regard to your generous Lord?, so that you have disobeyed Him,

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah kedua-duanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang sahih bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, ketika Nabi saw. datang di Madinah, orang-orang Madinah terkenal sebagai orang-orang yang paling sering mengurangi takaran dan timbangan. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang curang."
(QS. Al Muthaffifiin [86]:1)

Setelah ayat ini diturunkan, mereka berhenti dari kecurangan itu, lalu mereka berbuat baik di dalam menakar atau menimbang sesuatu.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/alinfithaar/al-infithaar-6-12/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=82&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#82:6

[082] Al Infithaar Ayat 005

««•»»
Surah At Infithaar 5

عَلِمَت نَفسٌ ما قَدَّمَت وَأَخَّرَت
««•»»
'alimat nafsun maa qaddamat wa-akhkharath
««•»»
Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.
««•»»
then a soul shall know what it has sent ahead and left behind.
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Di dalam saat yang demikian:
“Mengetahuilah jiwa apa yang telah pernah dikerjakannya dahulu dan dia kerjakan kemudian.”
Artinya mengertilah suatu diri, baik dari engkau ataupun diriku, pekerjaan dan perbuatan yang di masa hidup pernah dikerjakan; baik yang segera dikerjakan dan diamalkan, atau yang dilengah dilalaikan lalu terlambat mengerjakannya, sehingga yang penting menjadi dianggap kurang penting, dan umur pun habis.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui) waktu terjadinya hal-hal tersebut, yaitu hari kiamat (apa yang telah dikerjakannya) yaitu amal perbuatan yang telah dikerjakannya (dan) apa (yang dilalaikannya) yang tidak dikerjakannya.
««•»»
a soul, every soul, will know, at the time of the [occurrence of the] things mentioned, which is the Day of Resurrection, what it has sent ahead, in the way of deeds, and, what [it has], left behind, of these and did not do.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/alinfithaar/al-infithaar-1-5/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=82&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#82:5

[082] Al Infithaar Ayat 004

««•»»
Surah At Infithaar 4

وَإِذَا القُبورُ بُعثِرَت
««•»»
wa-idzaa alqubuuru bu'tsirath
««•»»
Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
««•»»
when the graves are overturned,
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“Dan apabila kubur-kubur telah dibongkar.”
Karena manusia yang berkubur dihidupkan kembali menghadap hari mahsyar, hari berkumpul.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar) maksudnya tanahnya dibalik lalu orang-orang mati yang ada di dalamnya dibangunkan hidup kembali. Sebagai Jawab dari lafal Idzaa berikut lafal-lafal lain yang di`athafkan kepadanya ialah:
««•»»
and when the tombs are overturned, [when] their earth [above them] is dug up and its dead are raised (the response to idhā, ‘when’, and all that is supplemented thereto is [the following]):
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/alinfithaar/al-infithaar-1-5/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=82&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#82:4

[082] Al Infithaar Ayat 003

««•»»
Surah At Infithaar 3

وَإِذَا البِحارُ فُجِّرَت
««•»»
wa-idzaa albihaaru fujjirath
««•»»
Dan apabila lautan menjadikan meluap,
««•»»
when the seas are merged,
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“Dan apabila lautan telah meluap-luap.”
Menggelegak, mendidih karena goncangan yang ada pada seluruh permukaan jagat ini. Sebab yang satu bertali teguh dengan yang lain, yang menyebabkan rusak satu, hancur semuanya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apabila laut-laut dijadikan meluap) maksudnya sebagian bertemu dengan sebagian lainnya sehingga seakan-akan menjadi satu lautan, maka bercampurlah air yang tawar dengan air yang asin.
««•»»
and when the seas are burst forth, released one upon the other, forming one mass of water, so that the sweet [water] mixes with the salty;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/alinfithaar/al-infithaar-1-5/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=82&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#82:3

[082] Al Infithaar Ayat 002

««•»»
Surah At Infithaar 2

وَإِذَا الكَواكِبُ انتَثَرَت
««•»»
wa-idzaa alkawaakibu intatsarath
««•»»
Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
««•»»
when the stars are scattered,
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“Dan apabila bintang-bintang telah jatuh berserak.”
Tidak lagi terikat oleh daya tarik antara satu dengan yang lain, yang menyebabkan terdapat keseimbangan perjalanan alam ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan) artinya menukik dan berjatuhan.
««•»»
and when the stars are dispersed, [when] they expire and begin to fall,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/alinfithaar/al-infithaar-1-5/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=82&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#82:2