««•»»
Surah Al Infithaar 6
يا أَيُّهَا الإِنسانُ ما غَرَّكَ بِرَبِّكَ الكَريمِ
««•»»
yaa ayyuhaa al-insaanu maa gharraka birabbika alkariimi
««•»»
hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
««•»»
What has deceived you about your generous
[1] Lord,
[1] Or ‘noble.’
««•»»
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT mencela manusia yang kafir kepada-Nya: "Hai manusia. Apakah yang telah memperdayakan kamu dan memberanikan kamu untuk berbuat durhaka kepada Allah yang telah menciptakanmu, padahal Dia telah melimpahkan berbagai nikmat kepadamu seperti akal yang sehat, pancaindra yang sempurna, apakah kamu tidak mensyukuri?" Allah telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu susunan tubuhmu seimbang dan harmonis.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
SIKAP MANUSIA
Tadi pada ayat kelima telah diterangkan bahwa diri manusia sendiri di saat kiamat itu akan tahu sendiri dan menilai sendiri pekerjaan yang pernah mereka kerjakan tatkala masih hidup di dunia. Ada pekerjaan yang segera dikerjakan, didahulukannya dari yang lain semata-mata karena kepentingan diri, dan ada pula yang dilalaikannya, dita’khirkannya daripada mestinya, sehingga sampai dia mati pekerjaan yang wajib dia kerjakan itu tidak pernah jua dikerjakannya, sehingga terbengkalai sampai dia mati.
Sekarang datanglah pertanyaan Allah pada ayat yang ke-6:
“Wahai manusia, apakah yang telah memperdaya kamu, terhadap Tuhan kamu yang Maha Pemurah?”
Begitu Allah mencurahkan kurnia-Nya, belas-kasihan-Nya, kepada kamu, namun kamu lalai jua. Yang patut segera kamu kerjakan, tidak jua kamu kerjakan. Apakah gerangan yang menyebabkan kamu lalai dan lengah dari panggilan Tuhan? Siapa yang memperdayakan kamu, hingga kamu lupa? Tentu saja yang pertama sekali memperdayakan kamu dari menghadap Tuhan ialah, musuh besarmu yang bernama Syaitan Iblis itu. Dialah yang menyebabkan kamu akan menyesal untuk selama-lamanya. Tidak ada yang lain yang menghambat langkah maju, menuju Tuhan melainkan Iblis! Sehingga kamu lengah dari kemuliaan Tuhan:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Hai manusia) yakni orang kafir (apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia) sehingga kamu berbuat durhaka kepada-Nya?
««•»»
O, disbelieving, man! What has deceived you with regard to your generous Lord?, so that you have disobeyed Him,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah kedua-duanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang sahih bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, ketika Nabi saw. datang di Madinah, orang-orang Madinah terkenal sebagai orang-orang yang paling sering mengurangi takaran dan timbangan. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang curang."
(QS. Al Muthaffifiin [86]:1)
Setelah ayat ini diturunkan, mereka berhenti dari kecurangan itu, lalu mereka berbuat baik di dalam menakar atau menimbang sesuatu.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 5]•[AYAT 7]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/alinfithaar/al-infithaar-6-12/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=82&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#82:6